CHAPTER 13 "Seneng." Wafa menyelesaikan mencuci piringnya, mematikan keran dan menghadap suaminya itu. "Anak yang aku kandung punya ayah yang bertanggung jawab, aku seneng." "Meski kamu, mempunyai suami yang sebenarnya gak kamu cintai? Berengsek? Menghamili kamu di luar nikah dan mukanya enak banget digampar?" Wafa terdiam, kemudian menghela napas panjang sebelum akhirnya menarik kedua tepi bibirnya ke atas meski tipis. "Cinta … bisa datang kapan aja." "Ya don't forgive me, don't ya?" Wafa tak menjawab, ia menunduk. Tentu saja Fauzan tahu maksud dari sikap itu. Ia menelan potongan terakhir apelnya dan membuang sisanya ke tong sampah, pria itu berdiri menghampiri Wafa dan berhadap-hadapan tepat di depan ga

