42. Nyanyian Bunga

2207 Kata

Liu An menjentikkan kerudung di tubuhnya, dan senyum misterius muncul di sudut mulutnya, "Tuan, jangan terburu-buru." “Jangan terburu-buru, bukankah hanya mendesak untuk langsung ke ruang kelas?” Kata pria-pria bau itu tanpa malu-malu. Liu An tersenyum dengan murah hati, "Saya sedang terburu-buru, apakah Anda tidak ingin menonton pertunjukan saya? Tuan-tuan, apakah Anda ingin menontonnya?" Penonton menjawab serempak: "Ya, tentu saja." Liu An tersenyum, "Oke, tolong beri tepuk tangan dulu." Semua orang bertepuk tangan dan bertepuk tangan serempak, dan tepuk tangan terdengar di Gedung Ruan Jiao, yang terbentang beberapa mil jauhnya. Liu An tersenyum lagi, "Acara yang saya persembahkan untuk semua orang bukanlah menyanyi atau menari. Apakah Anda ingin tahu?" Satu senyum memikat, dan ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN