Alphard berdiri di ambang pintu, jantungnya berdebar tak karuan. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam dadanya, sebuah ketakutan yang tidak mampu ia jelaskan. Perasaan itu terus menghantui pikiran, membuatnya bergumul dengan kecemasan yang tak berujung. Entah itu rasa takut yang wajar, atau mungkin hanya pikiran yang berbicara seenaknya, memikirkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Di tengah kekalutan itu, ia memejamkan mata sejenak, berdoa dalam hati kepada Tuhan, memohon perlindungan untuk istrinya yang sedang berjuang melahirkan dan untuk buah hati mereka yang segera hadir ke dunia. "Maaf, Alpha." sebuah suara lembut memecah keheningan. Alphard membuka matanya dan menoleh, melihat seorang wanita yang mungkin seusia ibunya berdiri di hadapannya dengan wajah penuh kekhawati

