Malam bergerak lebih lambat dari biasanya. Mataku pun enggan terpejam. Pikiranku kembali memutar pesan aneh yang menurut Juno adalah kata sandi dari Han Ji Wook. Aku kembali meraih ponsel dan membuka pesan yang berbunyi sangat tidak nyambung menurutku. Nomor itu belum juga aktif kembali dan membuat sebuah desahan kecewa lolos dari bibirku. Kupeluk Juno yang sudah terlelap dan mencoba tidur sambil menenangkan pikiran yang masih berlarian menduga segala kemungkinan. “Di mana kau Ji Wook – aah? Berikan aku petunjuk yang lain, please.” Aku berjalan di tengah padang pasir yang luas. Aku tidak melihat apapun kecuali terik Matahari di atas kepala. Di kejauhan aku melihat sesosok pria tengah berjalan gontai di hadapanku. Silau cahaya Matahari membuatku kesulitan untuk melihat wajah pria yang men

