Aku berpikir, bagaimana jadinya jika aku tidak memiliki Han Ji Wook di pelukanku? (Lagi). Mungkin, semua masalah ini tidak akan bermunculan. Aku meraup rambut yang masih basah dan kembali menangisi hubungan kami yang sangat rentan. Mengapa sulit bagiku meraih kebahagiaanku sendiri? Mengapa semua hal ini harus terjadi? Mengapa ayah dan ibuku harus turut ikut campur untuk memisahkan kami? Mengapa? “Mom?” Suara lirih Juno dan dorongan pelan di pintu kamar mandi, membuatku segera menghapus airmata dan mencuci wajah yang sembab. Aku membersihkan tenggorokan sebelum menjawab panggilan anakku. “Ya Sayang?” “Mengapa lama sekali? Apakah Mommy sakit lagi?” “Anniya*. Mommy akan segera keluar.” (Tidak*) Kumatikan air yang sejak tadi kubiarkan mengalir untuk menutupi suara isak tangisku dan berg

