Juno menggandeng lenganku dan kami jalan beriringan dengan tangan berayun. Sarah kuperbolehkan pulang, karena aku ingin menghabiskan waktu bersama Juno saja hari ini. Paman tentara yang Juno tunggu – tunggu tidak datang, wajah anakku kecewa karenanya. Kuhibur dia dengan mengatakan bahwa besok jika paman itu datang, Sarah akan merekam performance Juno dengan ponsel untuk dikirimkan padaku. “Baiklah.” Wajah layu Juno tertunduk lesu. Tiba – tiba aku terpikirkan ide untuk membawanya bertemu Se Woon. Kekecewaan Juno akan terobati dengan bermain bersama Se Woon. “Bagaimana kalau kita memberi kejutan pada Se Woon ahjussi dengan datang ke kantornya diam – diam?” Tanyaku, wajah Juno seketika berubah cerah kembali. Dia mengangguk dengan semangat sambil berseru, “good idea!” Kami pun tiba di kan

