“Mom, mengapa ahjussi – hyung tidak pernah datang lagi?” Aku sedang mengocok telur dalam mangkuk saat Juno bertanya mengenai Ji Wook. Aku mengambil wajan dan menyiramnya dengan minyak zaitun sebelum meletakkannya di atas kompor. Berbalik, aku tersenyum pada putraku yang tengah menopang wajahnya dengan tangan kanan. “Ahjussi sangat sibuk, Sayang. Makanya dia tidak bisa main dengan Juno untuk sementara.” Juno menundukkan wajah dengan wajah cemberut. “Hari ini sekolahku akan mengunjungi panti asuhan. Apakah ahjussi – hyung akan berada di sana?” Aku menghela napas dan mendekati wajah putraku yang penuh harap. “Mommy tidak tahu Sayang, tapi yang jelas, dia tidak punya waktu untuk bermain saat ini. Juno sudah besar kan?” Meski enggan, namun kepalanya mengangguk. Aku selalu menggunakan kali

