Aku meraih tengkuk leher Ji Wook dan mendorong dadanya ke dinding. Tangan kiri Ji Wook berada di pinggang kananku, meremas lembut di sana sementara bibir kami saling bertaut. Kedua tanganku kini mengalungi lehernya, menekan kepalanya agar semakin menempel padaku. Kami b******u hingga terengah – engah dan berebut udara dengan mata saling menatap. Ji Wook menempelkan dahinya pada dahiku, tangan kanannya kini menangkup wajahku. “Tolong perjelas hubungan kita, Noona, sebelum aku melakukan hal yang lebih jauh denganmu.” Aku ingin menggeleng, menolaknya dan kembali mendorong ia untuk mencari gadis – gadis muda di luar sana. Namun, jauh di dalam hati, aku mengakui bahwa aku menginginkannya. Ini bukan soal hubungan fisik semata, aku nyaman dengan perlindungan yang Ji Wook berikan selama beberap

