Bab 29 [Menangkap Burung Hantu]

1287 Kata

Sore telah tiba. Ningsih kini sedang mengunci pintu rumah kosnya. Ia ingat akan tujuannya untuk ke rumah Pak Li. Rumah Bu Dien tampak sepi dan tutup. Ia menikmati udara sore dengan bersenandung kecil. Ketika menemui batu di tanah, ia menendangnya pelan. Sesampainya di depan rumah Pak Li, Ningsih menatap rumah Bu Siti yang tutup. Ia mengentuk pintu rumah Pak Li dengan pelan. Suara pintu terbuka membuatnya tersenyum lebar akan sosok yang membuka pintu itu. Ia memeluk Shofi pelan. Dengan gerakan tangan kanan menuju ruang tamu, ia paham maksud Shofi untuk memintanya agar masuk dan duduk. Ningsih menatap sekeliling rumah yang kecil itu namun rapi. Sepertinya hanya Shofi saja yang berada di rumah. "Dimana Pak Li?" Shofi memintanya menunggu sebentar. Tubuhnya berbalik ke arah pintu ruangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN