“Our story has flaws, but it’s ours. So, I will stick with it till the end” ALICE Aku berdiri di depan pintu apartemen baru Nathan, menunggunya. Senin lalu aku memberitahunya kalau apartemennya sudah selesai dan siap digunakan. Dia sama sekali tidak mengikuti perkembangan apartemennya saat sedang dikerjakan dan memintaku menemaninya melihat hasilnya. Aku berdiri bersandar di dinding tepat di sebelah pintu kembar berwarna hitam yang merupakan pintu masuk ke apartemen Nathan ini. Selain itu, malam ini kami akan dinner berdua. Nathan terlambat. Aku sudah berdiri sejak lima belas menit lalu dengan stiletto putih setinggi 7 cm. Oh, selain itu, dia juga memberiku dress selutut berwarna biru tua yang juga sedang kupakai ini. Keduanya diberikan Nathan tadi pagi dengan cara meninggalkannya dalam

