Dia Kembali

1083 Kata

"Takkan ada yang sia-sia, selama kita mensyukuri apa yang Tuhan beri." Acha mengangguk mengiyakan. "Devit," panggilnya. "Ya?" "Kamu harus maklum, ya, kita emang gini adanya kalo udah nempel," jelas Acha dengan wajah penuh harap dimaklumi. Seulas senyum tersungging. "Makasih, mama udah berjuang buat Devit dan kali ini, gak mungkin banget Devit ngelarang apa yang Mama sama Papa rindukan, setelah sepuluh tahun dipisahkan." Ah, anak siapa sih ini? Dengan cepat Acha dan Devid bangkit, berjalan ke samping mengelilingi meja makan. Devit mendapat pelukan hangat dari kedua orang tuanya, ia jadi mengingat perkataan Ginan untuk memintanya bercerita apa pun dan mungkin suatu hari mereka dipertemukan lagi, Devid akan bercerita. Bahwa, keluarganya sangat menyayanginya. "Abis nganterin kamu, kita m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN