"Jika takdir berkata lain, percayalah keinginan kita akan kalah oleh kejutan Tuhan yang sangat indah." Devid menendang angin, mencoba melepas rasa kesalnya, lalu menghempas bokongnya kasar duduk kembali di samping Acha. "Dia sekongkol sama Reina, ngejebak gua waktu itu! Beruntung Devit gak jadi korban," lanjut Acha. "Pas banget, nanti gua bakal minta telpon si Richard ke si Reina!" Mengingat Reina akan datang dengan Asinta nanti malam. "Yaudah, kalian istirahat dulu, mama udah beresin kamar kalian yang di atas," titah Dinda lalu pergi menuju dapur. Devid menoleh, menatap keadaan Acha yang masih merasa serba salah. "Lo gak papa, kan waktu itu?" Acha tersenyum kecut. "Gua sampe diborgol, Dev, waktu dilepas gua ngamuk! Gua gak terima lo dianggap meninggal sama mereka." Jeda, Acha menghi

