Angga tersentak mendengar itu. Apa maksud Nessa mengatakan kalau ini adalah hari terakhirnya? "Apa maksudmu?" Nessa menyodorkan sebuah amplop ke tangan Angga. "Apa ini?" "Lihat saja." Angga membuka amplop itu dan mengeluarkan beberapa lembar kertas di dalamnya. Ya ... tak perlu bertanya lagi, ia tahu semua itu. Paspor, tiket penerbangan dan surat-surat penting lainnya. Tangannya bergetar melihat semua itu. Ia tak menyangka kalau Nessa tak mau luluh dan mengalah sedikitpun. Malah sepertinya obsesinya semakin menjadi. "Ini yang kamu inginkan?! Terserah! Terserah kemanapun kamu akan pergi ... karena aku nggak akan pernah melarangmu!" Ia melempar semua surat-surat penting itu ke hadapan Nessa dan berlalu pergi. Kali ini Nessa mencoba bertahan. Bahkan ia tak ingin menangisi semua keputus

