BAB : 39

1223 Kata

Sampai di kamar, Nessa langsung saja menuju tempat tidur dan menghempaskan tubuhnya begitu saja. Hari ini begitu melelahkan, terutama pikirannya. Kedua matanya mulai terpejam memasuki alam bawah sadar. Ia yakin sekali kalau malam ini tidurnya akan sangat nyenyak. Sangat cepat, hingga mimpi pun juga cepat mendatanginya. Sebuah sentuhan dan pelukan seolah begitu nyata ia rasakan. Semoga saja sosok yang ada dalam mimpinya ini adalah suaminya sendiri, bukan laki-laki lain. Samar-samar antara sadar dan tidak, ia bisa melihat wajah itu begitu dekat dengannya. Hingga sebuah benda kenyal tiba-tiba ia rasakan menempeli bibirnya.  Saking berasanya, ini seakan nyata. Nessa mencoba untuk bangun dari tidur, meskipun matanya begitu sulit untuk diajak bangun. Hembusan napas yang menerpa wajahnya sepe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN