“Wow!” seru Maya tanpa suara. Gadis ini dengan cekatan membuka tas cantik yang dia tenteng dan mengeluarkan handphone lalu merekam apa yang ada di balkon lantai dua itu. Aku masih tercekat dengan tangan menutup mulut. Bagaimana bisa? Em ... ingatan ini langsung kembali pada apa yang dikatakan Tante Mona ketika itu. Sepertinya kecurigaan Tante Mona benar. Suara hati seorang ibu tak bisa dibohongi. Wajah Maya kebalikan dengan wajahku, dengan antusias gadis itu mengambil gambar dan kadang iseng meng-zoom adegan tak pantas yang terjadi di balkon lantai dua itu. Aku masih berdiri mematung menyaksikan sepasang anak manusia yang lupa daratan itu. Pacar suamiku dan kakak tirinya. Ya ... di bawah sana itu Sophie dan Brendan lupa sedang berada di mana. Bagaimana bisa hal itu terjadi? Bukannya Sop

