Seseorang yang Menabrakku

1077 Kata

“Kesh ...,” seru Julian ketika aku hanya menatap dengan ekspresi datar. “Ayolah, Kesh!” ucap Julian sambil merendahkan suara. “Ini beresiko,” lanjutnya sambil tetap berusaha menahanku. Di otak ini tak bisa mencerna lagi apa yang lebih baik. Lebih baik menghadapi hari-hari yang bertambah berat yang minimal seperti hari ini, huh ... ya baru minimal, atau menerima konsep ‘sejenak bersama itu’. Mungkin pikiran ini telah ditunggangi setan dan segera tangan ini menyingkirkan Julian dari pintu ini. Huh ... aku menghela napas panjang sambil merapatkan mata. Terngiang lagi apa yang ditanyakan Julian tadi. “Kesh, apa Kamu baik-baik saja?” Pertanyaan yang selalu diucapkan dengan ekspresi khawatir itu seperti menembus batas batin. “Kamu tahu dengan pasti ... Julian, raga yang tampak baik-baik sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN