Gadis Itu Datang

1091 Kata

Aku menggeram sambil memiringkan badan. “Tante saja yang belanja, aku ‘kan nggak akan ikut acara itu,” ucapku menyembunyikan kejengkelan. “Kesh!” protes Tante Mona sambil membaringkan badan di sebelahku. “Nggak perlu kita, Tante saja,” tegasku dengan kesal. “Ya sudah , kalau gitu pesan dari sini saja,” balasnya enteng sambil kembali mengutak-atik layar handphone tanpa mengubah posisi tubuhnya. “Ah ..., Tante ....!” keluhku kesal. “Ha! Ini bagus, ini juga, a ... ini, gimana kalau yang ini?” ucapnya tanpa mempedulikan protesku. Agh! Aku dengan geram membalikkan badan untuk membelakanginya. Bagaimana cara biar cepat keluar dari rumah ini? Kalau bisa sebelum gadis yang ditunggu besok malam itu datang. Apa karena semua yang tak dapat kuselesaikan? Dan ini membuat hati dan pikiran panas?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN