Pergulatan Dalam Hati

1050 Kata

“Oh ...!” keluh Brendan sebal. “Selalu ... selalu saja, orang-orang tua itu bisanya mengganggu kesenangan,” gumam laki-laki dengan baju kasual ini. “Hei Kesh! Kalau Kamu sedih mending bersenang-senang denganku saja,” bisiknya sambil mengedipkan mata. Tangan ini menggenggam sendok dengan kuat dan berjuang keras, menahan diri agar sendok itu tak mampir ke wajah laki-laki ini. Mata ini memandang ke depan dan beradu pandang dengan Sophie yang tengah menatap tajam. Ingatan ini kembali pada apa yang kusaksikan di balkon lantai dua tadi. Mendadak bulu kuduk ini berdiri membayangkan apa yang terjadi pada orang-orang yang ada di meja makan ini. Sophie, Brendan, Aldar, Maya, Julian dan aku sepertinya berada dalam satu benang kusut yang sulit diurai. Aku memutuskan diam dan tak menanggapi bujukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN