Setelah menyusun strategi untuk menghancurkan karier kakaknya di ruangan Presdir Net-Lix Group, Stefannie kembali pulang ke apartemen Alvian. Stefannie menatap pantulan dirinya lewat cermin yang ada di toilet apartemen Alvian. Stefannie tersenyum, ia mengambil sebuah gunting lalu menggunakan gunting itu untuk menggunting rambut panjangnya hingga sebahu. “Tuhan, hamba mohon lancarkanlah rencana besok pagi. Hamba hanya ingin mengembalikan kakak hamba menjadi pribadi yang lebih baik seperti dulu, tanpa adanya rasa benci, iri, dan serakah. Hamba hanya ingin menyadarkan kakak hamba jika hubungan keluarga lebih penting dibandingkan harta dan takhta,” batin Stefannie. Ia berdoa kepada Tuhan untuk dilancarkan semua rencananya besok pagi. Ting tong! Stefannie terperanjat saat mendengar suara be

