Stefannie duduk termenung di taman belakang mansion. Ia masih memikirkan perkataan pamannya tadi siang. Pamannya mengatakan jika saudara kembarnya masih hidup. Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Jungwoon meminta waktu pada Stefannie sebentar. Ia ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada keponakannya itu. “Jadi, apa yang ingin Paman sampaikan?” Jungwoon tampak membasahi bibir bagian bawahnya sebelum ia menyampaikan maksudnya kepada Stefannie. “Paman ingin menyampaikan sesuatu yang penting padamu, tapi sebelumnya kau harus berjanji pada Paman, kau jangan marah, karena Paman terpaksa melakukan itu untuk kebaikan bersama.” Stefannie semakin dibuat penasaran apa yang ingin disampaikan oleh pamannya. Jungwoon menghela napasnya berat, seakan yang akan disampaikannya itu adalah hal

