Part 52

1364 Kata

Stefannie masih mematung di tempatnya. Tatapan matanya masih terkunci—menatap wanita paruh baya itu. “Fannie-ah!” Stella menginterupsi Stefannie yang masih mematung, membuat Stefannie segera tersadar dari lamunannya. “Eoh …” Mendadak lidah Stefannie menjadi kelu. “Fannie-ah sini duduk,” ujar Ilena seraya melambaikan tangannya—mengajak adik iparnya itu bergabung bersama mereka. Mau tak mau, Stefannie pun bergabung bersama mereka. Stefannie duduk di samping Stella. Suasana di ruang tamu mansion keluarga Kim pun mendadak terasa aneh. Stefannie menatap Anindiya dengan tatapan sulit diartikan. Lain halnya dengan Anindiya, Anin menatap Stefannie dengan teduhnya dan tak lupa sebuah senyuman yang masih menghiasi wajah cantiknya. “Ekhemm …” deham Stella mencoba mencairkan suasana seraya mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN