Sesuai keinginan Stefannie, Alvian pun mengajak Stefannie ke restoran langganannya selama ia tinggal di Korea Selatan. “Sekretaris Al, aku sudah mentransfer sisanya ke rekening orang tuamu. Setelah ini hutang-hutang keluargamu lunas, jadi kau dan keluargamu tidak usah khawatir lagi memikirkan bagaimana cara melunasi hutang-hutang itu.” Sambil menunggu makanan datang, Stefannie dan Alvian memutuskan mengobrol. Walaupun obrolan mereka masih terdengar kaku sebab Alvian masih merasa canggung mengobrol dengan Stefannie. “Terima kasih Presdir, saya sangat berhutang budi pada Anda,” balas Alvian seraya tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang baru Stefannie sadari keberadaannya. “Jangan bersikap seperti itu, justru aku ‘lah yang lebih berhutang budi padamu. Berkat bantuanmu, aku berhasil

