Rencana tinggal rencana, niat mertuanya untuk menyuruh Rizky anaknya mengajak Alia ke Dokter kandungan tidak terjadi karena Rizky yang tidak pulang-pulang dan lagi sorenya ternyata Alia merasa baik-baik saja setelah istirahat dan tidur, membuat Alia merasa kalau dirinya benaran cuma masuk angin saja. Ketika mengatakan hal itu kepada mertuanya lagi-lagi yang Alia dapatkan hanya sindiran tajam yang membuat Alia sakit hati mendengarnya. Alia melangkahkan kakinya dengan lulai menuju ke kampus. Sudah seminggu wanita itu tidak pernah datang ke kampus. Telepon dari Fahri tidak pernah wanita itu hiraukan. Alia tahu sikapnya terkesan lari dari masalah dan pasti membuat Fahri bingung tetapi wanita itu tidak sanggup bertemu dengan Fahri karena setiap saat Alia masih bisa mengingat percakapan antara

