Tatapan mata Alia terlihat kebingungan, dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Dengan putus asa wanita itu melihat ke arah Fahri kekasihnya seakan meminta pertolongan, dirinya harus bagaimana lagi. "Basahi dulu Lia, ludahi saja biar basah," kata Fahri lembut. Alia yang mendengar ucapan Fahri akhirnya memberanikan diri untuk melihat kejantanan Fahri yang berada di genggaman tangannya yang mungil. Batang keras itu tidak bisa tertutup semuanya di tangan Alia karena ukurannya yang besar dan panjang. Wanita itu lalu duduk bersimpuh di depan kejantanan kekasihnya itu. Dengan pelan Alia membuka genggaman tangannya yang lalu memperlihatkan batang kecokelatan keras sekaligus lembut ketika di sentuh. Dengan tangan sedikit gemetar Alia kembali mengelus batang yang terlihat mempunyai urat-ura

