Ronald tersenyum lebar ketika melihat Alia mahasiswinya yang cantik masuk ke dalam ruangannya. Pria itu benar-benar ketagihan akan tubuh Alia setelah bisa menikmati tubuh Alia dengan sedikit ancaman membuat Ronald terus menerus menginginkan Alia, setiap ada kesempatan.
Ronald tidak menyangka bahwa Alia begitu melindungi suaminya Rizky. Suami Alia tertangkap tangan oleh Ronald sedang berusaha untuk mengambil skripsi untuk dijadikan bahan contekan. Pria itu menjadikan perbuatan Rizky sebagai ancaman bagi Alia dan semenjak kejadian itu, Alia menjadi tempat pelampiasan nafsu seksual Ronald.
Padahal kalau dipikir-pikir perbuatan Rizky merupakan perbuatan bodoh karena untuk membuat skripsi tidak seharusnya melakukan perbuatan seperti itu, sudah banyak tempat atau orang yang bisa membantu tetapi karena perbuatan Rizky yang bodoh itu membuat Ronald jadi bisa menikmati tubuh istri Rizky.
"Bagus kamu sudah datang Alia. Bapak sudah kangen sekali dengan kamu," ucap Ronald sambil tersenyum m***m memperhatikan mahasiswinya itu berdiri diam di depan pintu yang telah tertutup rapat.
"Mendekatlah Alia," perintah Ronald.
Dengan langkah pelan Alia mendekati Ronald dosennya itu dengan jantung berdetak dengan kencang. Keringat dingin telah membasahi tubuh wanita itu. Alia tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi dan wanita itu tidak akan pernah siap menghadapi semua itu. Ketakutan selalu dirasakan oleh Alia. Bahkan Alia masih bisa membayangkan rasa sakit di kewanitaannya ketika kejantanan Ronald memaksa masuk ke dalam vaginanya ketika dirinya belum siap.
Dengan santai Ronald telah bersandar di meja kerjanya dengan kedua tangannya terlipat di depan d**a menatap Alia yang melangkah pelan menuju ke arahnya. Dan ketika gadis itu telah mendekat segera tangan Ronald menarik lengan Alia membuat wanita itu terjerembap jatuh ke pelukannya. Tangan Ronald dengan kasar langsung menggerayangi tubuh Alia, meremas p******a wanita itu dengan keras membuat Alia meringis kesakitan.
"Pak jangan... "ucap Alia memohon kepada Ronald agar tidak melanjutkan niatnya.
"Ingat Alia apa yang dilakukan oleh Rizky dan bila kamu mau suami kamu tidak di DO dari kampus ini, kamu harus mengikuti kemauan Bapak," sahut Ronald mengancam.
Mendengar ucapan Ronald akhirnya membuat Alia berdiam. Kembali lagi wanita itu harus merasakan pelecehan oleh dosennya sendiri. Wanita itu hanya diam dan pasrah ketika dengan nakalnya tangan Ronald sudah mulai membukakan kemeja kotak-kotak yang dikenakan oleh Alia.
Mata Alia terpejam. Wanita itu berusaha menahan dirinya untuk tidak mendorong tubuh Ronald yang sedang memeluk tubuhnya sambil menciumi leher jenjang wanita itu. Tetesan air mata telah jatuh di sudut mata Alia. Tubuh bagian atas Alia sudah terbuka memperlihatkan kedua p******a yang masih tertutup bra berwarna hitam. Dan sebentar saja penutup d**a itu telah terbuka dan kedua bulatan montok Alia terpampang di depan mata Ronald.
Senyuman m***m menghiasi wajah Ronald dan pria itu langsung menciumi kedua p******a Alia yang indah. Suara cecapan Ronald terdengar di telinga Alia dan semakin membuat wanita itu bersedih.
Bahkan tangan Ronald sudah menyelusup masuk ke dalam celana jeans yang dikenakan oleh Alia. Suara rintihan sakit terdengar dari mulut Alia ketika dengan kasar Ronald menggigit p****g p******a Alia.
Dan ketika Ronald baru akan membuka celana jeans yang dikenakan oleh Alia. Tiba-tiba pintu ruang kerja Ronald terbuka dengan lebar membuat kedua insan beda jenis itu tersentak terkejut. Alia segera bersimpuh di lantai sambil berusaha untuk menutupi dadanya yang terbuka sedangkan Ronald menoleh ke arah belakang dengan wajah tegang.
"Apa yang kalian lakukan," sentak suara serak dengan keras.
Rupanya Fahri dosen yang terkenal tegas sedang berdiri di depan pintu ruang kerja Ronald. Pria itu menatap dengan tajam ke arah Ronald. Sebagai pria, Fahri tahu apa yang sedang terjadi di dalam ruangan Ronald melihat mahasiswi yang duduk di lantai sambil menangis tahu lah pria itu adanya paksaan.
Fahri sesaat terkejut ketika mengetahui bahwa mahasiswi yang sedang terduduk di lantai itu adalah Alia mahasiswi yang terkenal pintar dan pendiam dan setahu Fahri, Alia juga sudah menikah bagaimana mungkin Alia bisa terjebak dengan Ronald dosen yang terkenal akan sikapnya yang m***m.
"Bukan urusan Anda, pak Fahri," sahut Ronald keras. "Keluar dari ruangan saya," perintah Ronald.
Alia masih tertunduk malu dengan air mata telah deras mengalir di pipinya. Wanita itu hanya bisa menangis. Semuanya sudah hancur bagi Alia. Perbuatan Ronald terhadap dirinya telah diketahui oleh pak Fahri. Dosen yang terkenal tegas dan mentaati peraturan.
Bila semua kejadian ini dilaporkan oleh Fahri ke rektor dan pihak kampus. Alia tidak tahu apa lagi yang harus Alia lakukan. Semuanya sudah hancur.
"Ini jadi urusan saya ketika kalian melakukan perbuatan tidak senonoh di kampus ini ," ucap Fahri keras.
"Tidak usah munafik Pak Fahri, saya juga tahu kalau Anda juga melakukan hal seperti ini," kata Ronald sinis.
Mendengar perkataan Ronald membuat Fahri tegang sesaat tetapi pria itu berusaha mengendalikan emosinya. Lalu dengan dingin Fahri berkata. "Mungkin saya tidak beda jauh dengan Pak Ronald tetapi saya tidak pernah memaksakan kehendak saya, dari yang saya lihat sepertinya mahasiswi anda tidak menginginkan hal ini, berarti Anda memaksa dan itu bisa saya laporkan."
"Alia segera rapikan pakaian kamu ,"perintah Fahri kepada Alia yabg masih menangis sambil terduduk di lantai.
Mendengar perkataan Fahri membuat Alia segera merapikan kembali pakaiannya sementara Ronald hanya bisa diam karena pria itu juga sadar posisinya sekarang di pihak bersalah. Pria itu tidak mau Fahri rekan kerjanya itu melaporkan apa yang telah dilakukan olehnya terhadap mahasiswi itu kepada pihak kampus.
"Ronald, saya akan menutup mulut saya dan anggap kejadian ini tidak pernah terjadi tetapi saya juga tidak mau kejadian ini terulang kembali," kata Fahri dengan tegas.
"Ayo Alia , ikut saya ," perintah Fahri.
Alia bergegas bangkit dari posisinya bersimpuh dan melangkah ke arah Fahri dosennya. Wanita itu masih tertunduk ketakutan. Entah apa yang akan terjadi pada dirinya setelah Fahri melihat apa yang telah dilakukan oleh Ronald terhadap dirinya.
Fahri meninggalkan ruangan Ronald di ikuti oleh Alia. Pintu ruang kerja Ronald tertutup dengan suara berdentam kencang.
"Sialan," teriak Ronald marah. Pria itu begitu kesal perbuatannya dilihat oleh Fahri. Tetapi pria itu juga tidak bisa berbuat apa-apa karena semua sudah terjadi. Hilang sudah kenikmatan yang bisa didapatnya dengan Alia bila kejadiannya sudah seperti ini. Ronald juga tidak mungkin bertindak gegabah dengan kembali mengancam Alia karena bisa-bisa nanti Alia melaporkannya kepada Fahri.
"SIALAN FAHRI !!" Teriak Ronald kesal.
???
Alia sudah berada di ruang kerja Fahri. Gadis itu sedang tertunduk ketakutan di bawah tatapan mata Fahri yang begitu tajam. Pikiran Alia penuh dengan ketakutan-ketakutan tentang apa yang akan dilakukan oleh Fahri. Apalagi sedari tadi dosen yang terkenal keras terhadap mahasiswa itu hanya diam menatap Alia tanpa berkata apa-apa.
"Cerita apa yang telah terjadi kepada saya ," perintah Fahri dengan nada tegas tanpa bisa dibantah.
Alia mengangkat kepalanya dan menatap Fahri dengan tatapan penuh kesedihan dan ketakutan dan mata berkaca-kaca.
Fahri memperhatikan mahasiswinya itu. Pria itu sedikit kasihan melihat keadaan Alia. Entah masalah apa yang terjadi antara Alia dengan Ronald sehingga Alia mau saja dilecehkan oleh Ronald padahal setahu Fahri, mahasiswi itu sudah menikah dengan teman sesama mahasiswa.
Pria itu mengakui Alia gadis yang manis dengan tubuh ramping bahkan cenderung agak kurus walaupun Fahri masih bisa melihat tonjolan di d**a Alia yang terlihat besar tidak sesuai dengan tubuhnya yang ramping.
Hembusan nafas panjang terdengar dari mulut Fahri. "Kalau kamu tidak bisa menceritakan masalah antara kamu dengan Pak Ronald, saya bisa mengerti tetapi tolong bila nanti pak Ronald melakukan tindakan seperti tadi lagi, kamu laporan kepada saya ya Alia," kata Fahri dengan lembut.
Gadis manis itu tertegun mendengar semua perkataan dosennya itu. Alia tidak menyangka Fahri begitu perhatian terhadap dirinya padahal tadi sempat pikiran buruk melintas di kepala Alia. Wanita itu sempat mengira Fahri akan mengambil kesempatan setelah melihat apa yang dilakukan oleh Ronald kepadanya tetapi ternyata dosennya itu bertindak sebaliknya membuat Alia sampai tidak bisa berkata-kata lagi.
"Terima kasih Pak," sahut Alia pelan sambil menangis terharu.
"Tolong Alia jangan menangis lagi. Bapak tahu masalah kamu tidak bisa di sepelekan tetapi bapak juga tidak bisa bertindak gegabah karena semua ini menyangkut kampus dan diri kamu sendiri. Kamu bisa mengertikan," jelas Fahri lagi.
"Iya pak, saya mengerti karena saya juga tidak mau sampai suami saya tahu, "ucap Alia pelan.
"Ini nomor telepon saya bila nanti Ronald masih menganggu kamu, tolong kamu telepon saya," kata Fahri. Pria itu menyodorkan kartu namanya ke hadapan Alia.
Alia mengambil kartu nama Fahri yang diletakkan oleh pria itu di atas meja kerjanya. Gadis itu lalu melihat dan menyimpan kartu itu dengan hati-hati di dalam tasnya. "Sekali lagi terima kasih Pak " kata Alia pelan.
"Tidak perlu terus-terusan bersikap begitu Alia. Kamu mahasiswi saya dan sudah seharusnya saya membantu kamu," sahut Fahri tenang.
Alia menatap dosennya Fahri dengan pandangan penuh rasa terima kasih. Wanita itu tidak menyangka bahwa dosen yang terkenal killer itu ternyata adalah pria baik. Sedangkan Fahri yang juga sedang menatap Alia merasa wanita di depannya wanita cantik. Tetapi dari sorot mata Alia terlihat begitu banyak beban dan masalah yang di tanggung olehnya.
Setelah cukup lama saling bertatapan. Alia yang terlebih dahulu menyadari apa yang telah dilakukan oleh dirinya dengan sikap canggung. Alia lalu berdiri dan sekali berterima kasih sebelum izin keluar dari ruangan Dosen Fahri.
Fahri masih menatap pintu yang telah tertutup di depan matanya. Pria itu ingin sekali tahu apa masalah yang sedang dihadapi oleh Alia mahasiswinya itu. Entah kenapa tiba-tiba ada rasa berbeda dirasakan Fahri terhadapnya gadis itu tapi pria itu sadar kalau Alia sudah menjadi istri orang. Fahri juga
sadar dirinya bukan pria yang baik apalagi kalau dibandingkan dengan Ronald, dirinya tidak beda jauh dengan rekannya sesama dosen itu karena Fahri juga mempunyai hubungan intim dengan mahasiswinya sendiri tetapi yang membedakan dirinya dengan Ronald hanya Fahri tidak pernah memaksakan kehendaknya terhadap mahasiswinya itu. Apa yabg mereka lakukan di lakukan atas dasar suka sama suka.
Fahri menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya lalu memutuskan untuk segera bersiap memberikan perkuliahan. Pria itu hanya berharap Ronald mendengarkan perkataan dirinya tadi dan Alia tidak lagi mendapatkan pelecehan. Semoga semuanya baik-baik saja.