Alia 18

1380 Kata

Alia duduk di tempat tidur dengan air mata mengalir. Rasanya Alia tidak tahan lagi dengan semuanya, cukup sudah selama ini dirinya menahan diri dalam pernikahan mereka. Awalnya Alia berharap mertuanya bisa merubah menjadi menyayangi dirinya, apalagi Alia selalu berusaha untuk menghormati mertuanya bahkan mengurus rumah tetapi setelah sekian waktu tetap saja kebencian mertuanya tidak hilang, tetapi malah terlihat semakin besar. Alia terkadang bingung apa kesalahannya sehingga begitu dibenci oleh mertuanya itu. Pintu terbuka dan masuklah Rizky dengan raut wajah terlihat kesal. "Kurang ajar sekali kamu sekarang sudah berani melawan Ibu," kata Rizky langsung setelah menutup pintu kamar. "Bukannya aku mau melawan Ibu tetapi kamu lihat sendiri Kye kalau Ibu tidak suka dengan aku malah Ibu ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN