episode 89

1045 Kata

Episode 89 Ku Ba Ngan menunggu dengan gelisah pengawal pribadinya tersebut, dia juga tidak tahu kenapa dirinya bahkan lebih yakin kalau sang pengawal akan lebih mampu memimpin sebuah pertarungan dibanding dengan jendral Tong. Tak lama kemudian Zein datang menghadap, tidak ada salam penghormatan selain hanya sapaan biasa, tidak seperti pengawal yang lain harus memberi salam penghormatan bahkan menundukkan kepala. “Ku Ba Ngan, aku sudah datang.” Bahkan pria itu tidak menyebut gelar yang ada pada raja Bintang Tenggara itu. Ku Ba Ngan membalikkan tubuhnya, seperti biasa. Pengawal pribadinya tersebut sama sekali tidak memiliki sopan santun terhadapnya, bahkan seperti sedang memberikan tantangan terhadapnya. “Zein, aku memiliki sebuah tugas pertama untukmu. Aku mau kamu pimpin pasukan pera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN