Masih marah karena hal tadi, Gama pun menghampiri istrinya yang tengah duduk saung taman belakang. Ara tengah fokus membaca sebuah majalah wanita sampai tidak menyadari kedatangan Gama. Gama agak kebingungan dengan sikap istrinya hari ini. Tidakkah Ara terlalu sensitif? “Ra,” panggil Gama yang duduk di sebalah istrinya itu. Ara hanya membalasnya dengan tatapan singkat, kemudian kembali menatap majalah yang ada di tangannya. “Ra, kamu kenapa, sih, hari ini?” “Enggak kenapa-napa. Emang aku kenapa?” kata Ara dengan nada ketus. “Ya, kalo gapapa, kenapa ngomongnya ketus banget? Itu namanya kamu lagi kenapa-napa.” Ara menghela napas pelan, lalu mendorong Gama agar menjauh darinya . “Ish, ganggu, deh. Jangan ajak aku ngomong, aku lagi sakit perut!” “Ya, apa hubungannya kamu sakit perut sam

