Rewrite—Why Did You Appear?

1917 Kata

Ara sudah menyelesaikan sketsa gaun pengantin yang diminta customernya. Ia juga sudah mengurus beberapa kain yang ia pesan. Hari ini, Ara hanya duduk di sofa sambil memainkan tabletnya. Di luar begitu panas, hingga rasanya ingin keluar saja Ara malas. Segelas es americano menjadi teman duduknya. Ara melihat-lihat model-model pakaian terbaru yang dikeluarkan oleh salah satu butik terkenal di Paris. Ia sangat suka melihat betapa detail dan rapinya mereka membuat sebuah pakaian. Paris—negara itu selalu menjadi negara dengan fashion favorit yang Ara suka. Annisa—salah satu karyawannya datang menghampirinya di sofa. “Mbak Ara, ada yang mau ketemu, Mbak.” Ara mengernyit. “Siapa?” “Kayaknya, sih, customer kita yang pesan gaun pernikahan itu, Mbak.” Ara tersenyum. “Akhirnya dia datang juga.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN