Gama tengah merapikan meja kerjanya. Dering telepon membuatnya mengalihkan fokus pada benda pipih itu. Panggilan dari Mora, tentu saja Gama langsung mengangkatnya. "Ya, halo, Kak?" "Gama, lo harus ke sini!" "Ke sini? Ke mana maksudnya?" "Rumah Nenek! Cepetan, Gam!" "Ya, tapi Ara, kan--" "Elena..." Gama terdiam ketika mendengar nama itu disebut. "Elena ada di sini. Kamu harus ke sini sekarang, cepetan!" "O-oke. aku ke sana." Gama memutus panggilan, kemudian meninggalkan meja kerjanya dan berjalan menuju kamar. Tentu yang dia lakukan adalah meminta izin Ara. Dia tidak mungkin keluar tanpa memberitahu istrinya. Lagipula, kenapa Elena harus datang ke rumah neneknya? "Ra, aku mau ke kantor sebentar. kalau ada apa-apa, kamu hubungi aku, ya." Ara yang tengah membaca majalah hanya m

