Shawn terdiam. Matanya menatap lekat ke arah Eleanor. Dirinya menarik napas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Rasa cemasnya mulai menghilang sedikit demi sedikit saat melihat Eleanor terus menggerutu tentang putra mereka. Ya, Eleanor kini sudah menjadi miliknya. Ada Darren di antara mereka berdua. Jadi, Eleanor pasti tidak akan meninggalkan dirinya suatu saat nanti. "Kau pun menghela napas karena perbuatan putramu," ucap Eleanor. Dirinya sejak tadi masih menggerutu. "Sudahlah, Beau. Lagipula anak bernama Abigail itu sudah sadar dan baik-baik saja." "Tapi tetap saja, Shawn. Darren harus meminta maaf. Aku tidak mau dia terbiasa tidak meminta maaf saat melakukan kesalahan pada seseorang." "Saat Abigail mendorong Darren, apa anak itu juga meminta maaf pada Darren?" Eleanor terdi

