Eleanor membungkuk. Ia mengambil salah satu foto yang sangat menarik perhatiannya. Seketika keningnya berkerut. Sorot matanya terpaku pada sosok wanita yang memiliki raut wajah mirip dengannya tengah mengenakan sebuah gaun berwarna putih sedang kedua tangannya memegang buket bunga. Gaun itu memiliki panjang hanya sampai di atas lutut. "Sebaiknya kau menghentikan rencanamu jika ingin memanfaatkan Shawn." Janna kembali berbicara. Tetapi kali ini Eleanor seperti tidak mendengarkan ucapan Janna. Telinganya berdengung. Sedang otaknya seolah mencari potongan-potongan kenangan di masa lalu. Eleanor begitu memaksa diri untuk merangkai potongan-potongan tersebut hingga menjadi kenangan yang utuh. Sampai akhirnya membuat kepalanya seperti dihantam oleh benda keras. Rasa sakit pun tidak bisa dihi

