DUAPULUH DELAPAN

1557 Kata

〰〰〰〰〰 1 minggu kemudian... Nessa sudah mulai membaik. Jahitan di keningnya juga sudah kering dan sudah di buka. Hanya tinggal perbannya saja yang belum terlepas. Seperti biasanya, Nevan kembali posesif. Bahkan sangat posesif. Kemanapun Nessa pergi, Nevan selalu mengekor di belakangnya. Seperti siang ini saat jam istirahat. Nessa berpamitan akan menemui Alya tapi Nevan tidak mau membiarkan Nessa pergi sendiri. "Nevan. Please deh. Gue perlu ngomong berdua sama Alya. Kalo lo ngikutin gue, Alya pasti nggak mau terbuka sama gue!". Jelas Nessa mencoba memberi pengertian ke Nevan. Nevan menghela nafas panjang. Untuk saat ini sepertinya ia harus menuruti keinginan Nessa. "Oke. Gue pergi. Nanti setelah selesai kabarin gue ya. Good luck!". Elusan tangan Nevan di pucuk kepala Nessa membuat ia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN