〰〰〰〰〰 "Kalian?". Nevan berjalan pelan sambil memasukkan sebelah tangannya ke dalam kantong ke celananya. "Ngapain malem-malem masih keluyuran? Bukannya tidur!". Alya hanya meringis sementara Ardo langsung menyerahkan kameranya ke tangan Nevan. "Gue ada sesuatu buat lo!". Kening Nevan mengernyit saat tangannya memegang kameranya. "Apaan?". Ardo lalu berdiri di sebelah Nevan. Jemarinya dengan cepat menekan tombol di kamera besar itu. "Nih surprisenya!". Tubuh Nevan tiba-tiba membeku. Matanya tajam menatap sosok gambar wanita yang ada dalam kameranya. Ia menelan salivanya pelan seiring rasa sesak di dadanya yang kembali menyerang. Dengan gerakan tiba-tiba Nevan kembali menyerahkan kamera itu ke tangan Ardo dan langsung berlari meninggalkan lobby hotel. "NEVAN! LO MAU KEMANA???". Teriak

