DUAPULUH

1354 Kata

〰〰〰〰〰 Nessa tampak tak bersemangat, mungkin karena efek demamnya yang belum turun tapi ia memaksa untuk masuk sekolah hari ini. Berkali-kali ia menghela nafas dan menghembuskannya perlahan. Tenggorokannya terasa panas dan terbakar. Jam istirahat Nessa hanya memilih berdiam diri di dalam kelas. Tubuhnya lemas dan tak bertenaga. "Gue anterin pulang ya!". Bujuk Nevan. Nessa menggeleng pelan. Ia menekuk kedua sikunya dan menenggelamkan wajahnya di lekukan itu. Nevan jadi tak tega melihatnya apalagi meninggalkannya. Padahal perutnya terasa perih. Kruuuuk! Perlahan Nessa mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Nevan yang tampak nyengir tak berdosa. Sambil menggaruk pelipisnya. "Kalo laper makan aja Van. Gue nggak apa-apa di sini!". Ucap Nessa pelan. Nevan kembali nyengir dan mengedikkan b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN