Rumah yang dia masuki ini terlihat begitu sederhana, dengan interior yang tak membosankan mata. Nara berhasil membuat rumah kecil ini terlihat nyaman. Warna putih berpadu dengan warna-warna kayu yang cantik yang mengingatkannya dengan kamar ala pinterest. Dia berjalan, menyusuri lemari kecil berwarna cream dengan hiasan berupa aksesoris-aksesrois yang terbuat dari batu-batuan cantik. Di dindingnya ada makrame dengan ornamen pot berisi kaktus kecil. Yang membuat Narendra bingung adalah ruangan ini sama sekali tak memiliki foto-foto Nara, padahal jujur, dia ingin melihat wajah-wajah cantik Nara dari dalam foto. Narendra membalikkan badan, melihat Nara yang membuka kulkas untuk mengambil bahan-bahan yang dia perlukan. “Kenapa enggak ada foto kamu sama sekali?” Nara menghentikan kegiata

