“Menikahlah denganku, Ra ...” “Hah?!” hanya pekikan itu yang dapat keluar dari mulut Nara begitu mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut Narendra. Mata Nara membulat, tangannya menutup mulutnya yang terbuka. Sebelum setelah itu, tawa terbahak Nara menggelegar mengisi ruangan ini. “Ha .... Ha .... Hahaha....” Nara menekan perutnya yang keram akibat terlalu banyak tertawa. Ini adalah hal terkonyol yang pernah ia dengar keluar dari mulut seorang Narendra Priya Pradipta. Narendra masih terlihat tenang, terus memperhatikan apa yang Nara lakukan tanpa ada sama sekali rasa tersinggung. “Aku serius, Ra ...” “Ini konyol, Mas,” ujar Nara cepat menghapus bulir air matanya. Dia menghela napas dalam dan menatap Narendra dengan tatapan yang berubah serius. “Mas enggak harus nikahin aku hany

