“Kita mau dinner di mana?” tanya Nara setelah mobil Narendra berhasil masuk ke dalam basement parkir yang begitu ketat. Nara menatap sebuah hotel megah yang membuatnya terperangah. “Kamu bakalan tahu nanti.” Nara mencibir mendengar nada misterius yang Narendra ucapkan. Begitu mobil berhenti, Nara menatap Narendra yang dengan cepat keluar dengan bingung sementara Narendra hanya terkekeh. Dia keluar terlebih dahulu, sebelum kemudian sedikit berlari menuju Nara untuk membukakan pintu, “Ayo ....” ujarnya mengulurkan tangan membuat debaran jantung Nara kembali menggila. Tumben pria ini begitu romantis. Nara menyambut uluran tangan Narendra. rasa hangat dari tangan pria itu kembali melingkupi sehingga ia tak dapat berpikir dengan jernih, jika berada dekat dengan Narendra. Mereka kembali d

