Telepon Narendra

1718 Kata

“Nara .... Kak Nara...” sayup suara terdengar memanggil namanya bersamaan dengan gerakan pelan di tangannya membuat Nara sedikit terlonjak. Sorot matanya yang awalnya sayu membayangkan sesuatu, kini layaknya layar kamera berubah ke ruangan dengan dinding kaca, dengan bagian tengah berlapiskan stiker Production house milik Kirana. “Eh?!” Meja panjang penuh dengan orang-orang yang menatapnya, di bagian kanan depan terlihat Kirana membulatkan mata kepadanya. “Apa yang lo pikirin sampai ngelamun di rapat penting kek gini?!” tegur Kirana dengan nada menggeram membuat Nara terkekeh. “Sorry ... sorry ... Tadi kepala aku sedikit pusing jadi kurang fokus,” elak Nara membuat semua orang menatapnya khawatir. “Aku enggak apa-apa Kok, lanjutin saja.” Nara menghela napasnya dalam melihat semua o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN