Bab 180 | Kisah Cinta Masa Lalu

3248 Kata

“Pa … Papa … Lihat ini, Pa.” Mama Kinnas terlihat menghampiri suaminya yang sedang berada di ruang baca. Air mata Kinnas sendiri sudah jatuh begitu melihat video yang dikirimkan oleh putranya. “Cucu Mama … Pa … cucu Mama pintar sekali, bukan hanya secara akademik yang baru meraih juara satu. Tapi kecerdasan emosional dan bagaimana dia menyampaikan perasaannya sangat luar biasa.” Garvi yang melihat itu pun ikut menitikkan air mata. Merasa bangga juga terharu dengan cucunya. “Ya Allah … Paaa … Bahagia sekali dia, Pa. Menceritakan bagaimana sosok ibunya kepada dunia dengan perasaan yang begitu indah. Ya Allah … Pa …Cucu Mama … Akhirnya benar-benar merasakan keluarga yang utuh, kasih sayang dari seorang ibu yang begitu besar, Pa, setelah kehilangan besar dan paling menyakitkan di usiany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN