Sera berlari menuruni tangga dengan bersemangat, dia memiliki hal yang sedang ditunggu-tunggunya pagi ini. Namun, sebelum ke ruang keluarga, Sera langsung berlari ke kamar ayah dan ibunya, mengetuknya dengan sedikit bersemangat dan memanggilnya dengan nada riang. “Adik Nai … Ayah … Ibuu …” Panggilnya dengan senyum lebar. “Sayang … Kenapa, cantik?” Tau-tau ibunya memanggil dan muncul dari arah dapur. “Ibuuu …” Anak itu langsung berlari menyongsong ibunya dan memeluk dengan manja. “Adik Nai belum bangun, ya, Ibuuu? Ayah juga masih bubuk, ya?” Sheya mengangguk dan berlutut di depan putrinya. “Iya, semalam Ayah begadang dan bermain dengan Adik Nai. Kak Sera mau Ibu buatkan sarapan apa, Kak? Ini masih sangat pagi, loh, sayang.” “Mau ayam kecap boleh Ibuu? Yang pedas sedikit, sama k

