Extra Part 10 | Romansa yang Menggila

1919 Kata

6 tahun kemudian …. “Assalamualaikum, Ibuuuu ….” Salam itu membuat Sheya yang masih sibuk di dapur langsung tersenyum dan segera menyongsong ke arah pintu. “Waalaikumsalam, Dek …” Sheya mengulurkan tangannya dan mengusap lembut puncak kepala sang putri. Pak Tris yang ada di belakangnya mengangguk dan tersenyum. “Saya langsung jemput Non Anas, ya, Nyonya …” “Oh, iya, silahkan, Pak.” Sheya lalu kembali beralih menatap pada Naira. “Ganti baju dulu, sayang … Nanti langsung makan siang, Ibu temani.” Naira mengangguk semangat. “Tadi Ayah pulang, Ibu?” “Iya, tapi sudah ke kantor lagi.” Naira beranjak untuk ganti baju, sedangkan Sheya kembali ke ruang makan untuk menyiapkan makan siang si bungsu. Sudah menjadi hal yang lumrah bagi Sheya untuk duduk sebanyak dua sampai tiga

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN