“Prof Hani ?” Ibunya Rubi yang memanggilnya tadi . Senyum canggung Tamara memang sangat kentara karena ada satu masa dimana Tamara bertemu dengan ibunya Rubi dengan keadaan yang sangat buruk . Dan untung saja , ibunya Rubi masih menjaga itu dengan aman . Dan bukankah suatu keharusan menjaga rahasia pasien yang sedang dalam masa yang buruk . Apalagi saat ini , Prof Hani merangkap menjadi dokter spesialis saraf dan juga psikologi . Dan ya , Tamara pernah melakukan konsultasi tentang masalahnya . “Rubi , kenapa masih di sini ?” “Ada piket , Prof .” Kata Rubi polos . Tamara terkekeh begitu mendengar Rubi memanggil ibunya sendiri dengan sebutan Prof . Biasanya , Rubi memanggilnya ibu , tapi dalam dunia kantor , hal seperti ini bisa terjadi . “Kamu juga , Mara ?” Tamara mengangguk

