Part 22

1669 Kata

Disha memasuki kamarnya dengan cepat. Dia langsung merebahkan diri ke kasurnya, betapa dia merindukan suasana kamarnya ini. Bertemu lagi, baiklah sebaiknya dia ralat ucapannya. Pergi dengan Tristan benar-benar membuatnya penat. Dia tak mengerti kenapa Tristan harus membahas semua itu disaat… Disha sedang melupakan segalanya Disha memejamkan matanya, sekelebat bayangan dirinya dan Tristan tiba-tiba terbayang di kepalanya. Seperti film yang terus-terusan memutar tanpa henti, membuat Disha resah sendiri karena tidak bisa tidur dengan tenang. Oh.. Ayolah. Disha membuka matanya. Dia duduk dan memijit kepalanya pelan. Entah kenapa situasi ini membuatnya benar-benar pusing. Terasa berat untuk dijalani dan membuat Disha tidak bisa berpikir dengan jernih. “Disha” Disha menoleh dan mendapati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN