Waktu berjalan begitu cepat, dan kini Troy tumbuh menjadi bocah lincah nan cerdas tapi juga penurut. Apapun yang diajarkan mommy, ia selalu patuh. Sama sekali Troy tidak pernah membangkang apa yang dipinta mommy-nya. Bocah berusia 11 tahun tersebut begitu menyayangi mommy melebihi apapun di dunia ini. Ia tidak malu meski mommy-nya seorang tunawicara. Terkadang justru Miracle yang merasa minder sendiri, tetapi Troy selalu memberikan Miracle dorongan untuk selalu percaya diri. Bahkan setiap ada pertemuan wali murid di sekolah, Troy tidak malu meminta mommy-nya datang. Dengan senantiasa ia selalu berada di dekat mommy. Tentu saja, tak semua orang tersentuh hatinya karena ada pula yang justru memandang sebelah mata. Namun itu bukan menjadi masalah buat Troy. Justru ketika ia di-bully denga

