Derrick membuka pintu setelah mengetuk beberapa kali. Terlihat Sean sedang sibuk didepan laptop mengabaikan orang yang baru saja masuk, karena ia sudah tahu kalau itu Derrick. Satu-satunya orang yang diberi kuasa untuk masuk tanpa menunggu jawaban dari Sean. "Mr. Sean..." Panggil Derrick penuh hormat. Tetapi Sean belum juga menatapnya. Ia sibuk dengan angka dan diagram didalam layar laptop. Tanpa mengulang panggilannya, Derrick menoleh kearah Troy yang juga melihatnya. Mengerti maksud pandangan Derrick, kemudian Troy mengalihkan pandangannya kearah Sean yang tak bergeming disana. "Dad..." Bak mantra, panggilan itu seketika mengalihkan perhatian Sean. Ia lempar pandangan ke depan dan mendapati Troy sudah berdiri tegap bersama Derrick. "Troy? Kamu disini?" Kejut Sean yang tiba-tiba antu

