Sepertinya Sean yang bersandar di tumpukan bantal yang empuk sudah terkantuk-kantuk meski berusaha mengalihkan perhatiannya didepan laptop. Tetapi ia tidak akan membiarkan matanya terpejam karena harus menjaga Miracle yang sedang terlelap tidur disampingnya. Ia tidak mau tiba-tiba Miracle terbangun histeris lalu mendapatkan serangan jantung karena kondisinya yang belum cukup kuat untuk menerima guncangan atau mungkin Miracle akan mengulangi perbuatannya lagi untuk mengakhiri hidupnya. Tidak. Sean tidak akan membiarkan itu terjadi lagi. Sayangnya saat ini mata Sean benar-benar sudah tak bisa tertahan lagi. Hingga akhirnya mata Sean terpejam. Namun baru beberapa detik terlelap tiba-tiba ia merasakan tangannya di remas. Tentu saja kantuk yang begitu melekat pada matanya menghilang seketika s

