"Res, tolong kamu ke ruangan saya. Ambil dokumen untuk nanti sore," kata Damian menyuruh salah satu staffnya melalui interkom. "Kok nggak nyuruh aku aja sih, Dam. Aku juga bisa kalau cuma nganterin dokumen ke staff kamu," keluh Karin yang sejak tadi hanya duduk. Damian menghela napas berat. Pekerjaannya saja sudah membuat kepalanya pusing. Ditambah lagi dia harus ngurusin Karin yang setiap saat menempel padanya. Lelaki itu sampai heran, apa sih maksud Henry melibatkan Karin dalam urusan kantor. Jelas-jelas gadis ini tidak bisa melakukannya. "Sudahlah, lebih baik kamu pulang. Aku nggak mau ambil resiko." "Maksud kamu?" "Kamu inget kan kemarin. Waktu aku suruh kamu foto copy dokumen penting, tapi kamu malah memasukkannya di mesin penghancur kertas. Kamu pikir jadi sekreta

