Grandchild for mom

801 Kata
"Apa kau baik baik saja..?" tanya Al saat melihat abi yang terlihat gelisah duduk di sampinya.. "ya aku baik baik saja"jawab abi namun tidak membuat puas al...al bisa melihat abi gelisah...abi terus menggerak gerakan kakinya saat gelisah dan al sudah tau itu... "bisakah kita ke toko buku sebentar"ucap abi "baiklah" jawab al kemudian menancap pedal gas mempercepat laju mobilnya.... Tidak butuh waktu lama mereka sampai di toko buku...abi berniat membeli beberapa buku untuk tugas kuliahnya... Abi berjalan di antara rak rak buku dengan di ikuti al di belakangnya... Tentu saja dengan beberapa orang yang saling berbisik bisik dan ada beberapa orang juga yang diam diam mengambil foto mereka.... Tentu saja karena seorang alexander di belakang abi yang terus saja mengikutnya. "al kau bisa menungguku di mobil atau di cafe sana"ucap abi mulai risih "memangnya kenapa..,?" tanya al "ck lihatlah mereka...aku tidak biasa di perhatikan seperti ini"ucap abi "kau harus mulai terbiasa abi...karena kau sekarang isttriku"jawab al sambil berjalan mendekat ke arah abi kemudian menyelipkan anak rambut ketelinga abi... "al...."rengek abi "baiklah...cepat...aku akan menunggumu di mobil"ucap al kemudian mencium pelipis abi dan pergi begitu saja... Abi berdecih karena sikap al yang sangat manis barusan...tentu saja karena ini di tempat umum bukan...dia akan bersikap seperti lucifer lagi jika hanya ada mereka berdua saja.... Abi terus berjalan menyusuri rak rak buku...niat nya memang untuk mencari buku tapi fikirannya tidak...abi menghentikan langkahnya dan mengambil ponselnya...menatap sebuah foto yang entah siapa yang mengirimkannya... "apa aku harus menanyakannya...argghhh lagi pula dia sudah mengatakannya kalau dia memang kenal dengan mbak vio..."gumam abi kembali memasukan ponselnya dan mulai mencari buku... Beberapa detik kemudian "aargghhh aku tidak bisa fokus sialan.....apa mereka memang sedekat itu"gumam abi kembali.... Foto itu benar benar menghantuinya.... ***** "sayang.....akhirnya kalian datang juga...."teriak tata saat abi dan al memasuki rumah..tata langsung berlari dan memeluk abi erat "bagaimana kabarmu...apa rumah kalian nyaman..,?" tanya tata "baik mom...mommy sendiri bagai mana...dan rumahnya sangat nyaman"jawab abi dengan senyum mengembang "mommy kesepian....abi bisakah kau bujuk suamimu itu untuk tinggal di sini saja..apa kalian tega membiarkan mommy kesepian seorang diri disini" rengek tata "mommy jangan berlebihan..."potong al dan langsung mendapat cubitan tata pada lengannya. "kau selalu saja bersikap dingin...mommy hanya ingin ditemani mantu mommy..apa salahnya..."ucap tata "ya ya terserah mommy"pasrah al "kalian akan menginap bukan....,?" tanya tata "ten...." "tidak mom...nanti malam kami pulang" potong al saat abi hendak menjawab "ishhh kau ini...biarkan abi menginap disini...kalau kau mau kau bisa pulang sendiri..."kesal tata "mom..bukankah mommy ingin cepat cepat mempunyai cucu...jika kami menginap disini ...mommy akan mengganggu proses pembutan cucu mommy..."jawab al santai mengabaikan tatapan tajam abi Sedangkan tata hanya terkekeh. "ah sorry..mommy melupakan itu...oh ya mommy jadi ingat...ada satu hadiah lagi yang belum mommy berikan...tunggu disini okey"ucap tata setelah itu pergi meninggalkan abi dan al di ruang keluarga "al apa yang kau katakan barusan.."ucap abi mendekatkan duduknya ke arah al "hemmmm memangnya apa.." ucap al sambil memejamkan matanya dan bersandar pada sandaran sofa "kau harusnya tidak bicara seperti tadi"kesal abi "lalu aku harus bicara seperti apa abigail...aku harus bicara kalau kita tidak mau menginap karena kita pisah kamar begitu"ucap al membuat abi tersadar "b bukan seperti itu....kau bis....." "ini dia hadiah kalian" ucapan abi terhenti saat tata sudah datang dengan amplop coklat ditangannya.. Tata memberikan amplot itu pada al "ayo buka.,!"ucap tata Al membuka amplop coklat itu dan mengeluarkan isinya...tentu saja tebakan al memang benar...mommynya pasti akan memberikan hadiah seperti ini "mom kami tidak memerlukan ini..."ucap al "memangnya kenapa..,? Bukankah pengantin baru memang memerlukan itu" ucap tata membuat abi penasaran dan mengambil amplop di tangan al...sontak saja mata abi membulat "eh mom...al benar...kami tidak memerlukan ini...lagi pula abi sudah masuk kuliah....abi sedang banyak tugas dan harus mengejar beberapa mata kuliah yang tertinggal" ucap abi memberi alasan "ck kalian ini apa apaan...kalian kompak bukan menolak hadiah dari mommy" ucap tata merasa sedih membuat abi tidak enak hati "bukan begitu mom,...." "kami bisa honeymoon di rumah kami sendiri mom., lagi pula asalkan abi berada di dekat al terus al jamin proses pembuatan cucu mommy akan cepat, ya kan wifey.," ucap al sambil mengerlingkan matanya pada abi dan menarik pinggang abi mendekat ke arahnya.. "Eh te tentu saja" jawab abi gagap karen malu karena tata melihat mereka dan tersenyum "ah baiklah kalau begitu kalian bisa menyimpan itu...siapa tau kalian berubah fikian dan ingin pergi"ucap tata membuat abi tersenyum kikuk **** Abi membuka pintu lemari al untuk mencari barang yang al inginkan... "iisshhh memangnya dia simpan dimana...kenapa tidak mencari sendiri dan menyuruhku"gumam abi kesal karena al menyuruhnya mencari kotak hitam di walkinclosetnya...tapi kotak hitam apa dia tidak memberitahu jelas.. "kotak hitam apa....apa dia mengerjaiku...menyebalkan..." "siapa yang menyebalkan"bisik al tepat di sebelah telinga abi sambil memeluk pinggangnya, membuat abi terkejut "al apa yang kau lakukan...lepaskan" ucap abi sambil mencoba melepaskan pelukan tangan al pada pinggangnya "abi bagai mana kalau kita wujudkan permintaan mommy" ucap al "permintaan mommy...menginap disini...aku kan sudah bilang kita menginap disini tapi kau sendiri yang tidak mau" kesal abi membuat al membuang nafasnya kasar dan meletakan dagunya di pundak abi "bukan itu tapi memberikan cucu untuk mommy"ucap al "A apa....,!!!!!" pekik abi "kenapa....?" "tidak tidak...apa kau bercanda hem" bantah abi "apa kau fikir aku sedang bercanda" bisik al sambil meniup telinga abi dan mencium leher jenjang abi
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN