Bab 7

886 Kata
Aryan tersenyum melihat Mauren yang masih tertidur pulas dalam pelukannya. Ia begitu bahagia bangun di pagi yang menurutnya sangat berbeda kali ini. "Bangun yuk sayang sudah siang banget nih" ucap Aryan. "Masih cape Ar" ucap Mauren ia memutar tubuhnya membelakangi Aryan. "glGak enak sama ibu bangun yuk" ucap Aryan ia memeluk Mauren dari belakang dan mengusap perut telanjang Mauren lalu mengecup bahunya. "Iya... kamu mandi duluan deh" ucap Mauren. Aryan meraih boksernya dan berjalan masuk ke kamar mandi, Mauren pun meraih baju tidurnya yang tergeletak di lantai dan memakainya. "Sayang...." Aryan keluar dari kamar mandi dan langsung memeluk Mauren dari belakang. "Kenapa sih" ucap Mauren. "Aku terlalu bahagia hari ini, aku mencintai kamu" ucap Aryan, ia mengecup pipi Mauren. "Aku juga mencintaimu" ucap Mauren, ia menyandarkan kepalanya di d**a Aryan. "Semoga cepat jadi ya" ucap Aryan sambil mengusap perut Mauren. "Amin...." sahut Mauren. ---- Tiga hari berada di Jogja akhirnya kini Aryan dan Mauren menginjakkan kakinya kembali di Jakarta dan keduanya telah tiba di rumahnya. "Mama....." teriak Mauren. "Hai sudah pulang sayang, gimana Jogja seru" tanya Nancy, ia sedang bersantai di teras kolam. "Seru banget mah.... terimakasih ya mah sudah banyak bantu ibu Mauren" ucap Mauren pada mertuanya. "Ibu kamu ibunya Aryan juga kan sekarang jadi sudah kewajiban kami membantu ibumu apalagi mama sudah sangat mengenal ibu kamu" ucap Nancy. "Terima kasih banget ya mah...." Mauren memeluk mertuanya. "Sayang....." Aryan memanggil Mauren. "Tunggu sayang?? kayanya ada panggilan yang berubah nih" Nancy menggoda putranya. "Apaan sih mah" ucap Aryan yang sudah duduk disamping Mauren. "ekEh gimana pesanan mama sudah dibuat belum" goda Nancy. "Mama pesan apa memangnya" tanya Mauren. "Ini dede bayinya sudah dibuat apa belum" goda Nancy tersenyum pada anak dan menantunya. "Mama apaan sih malu tau...." ucap Mauren. "Tenang aja mah sudah kok, mama tinggal berdoa aja semoga cepat jadi" ucap Aryan memeluk Mauren dari samping. "Aminnnn semoga cepat jadi ya...." ucap Nancy. "Eh.... papa mana mah" tanya Aryan. "Meeting sama dewan komite" ucap Nancy. Malam hari setelah makan malamnya Aryan dan Mauren duduk di ranjang kamarnya, Mauren dengan nyamannya bersandar didada Kevin. "Enak ya pacaran setelah nikah gini" ucap Mauren. "Enaknya apa" ucap Mauren. "Bisa ngapain aja gak ada batasan dan larangan terus bisa bikin dede juga" ucap Aryan tertawa. "Bisa banget sih dasar m***m" ucap Mauren tertawa keduanya pun kembali bercinta hingga pagi menjelang. Pukul delapan pagi baik Mauren maupun Aryan belum ada yang bangun. "Aryan Mauren...." teriak Nancy dari luar. "Iya mah...." ucap Aryan. "Udah siang kamu gak ngantor" teriak Nancy dari luar. "Iya mah sebentar lagi Aryan turun" ucap Aryan, ia segera turun dari ranjang dan mandi. "Sayang bangun udah siang" ucap Aryan membangunkan Mauren, ia sudah  selesai mandi dan tengah mengenakan kemejanya. "Astaga... maaf-maaf aku kesiangan" ucap Mauren ia kaget melihat jam dinakasnya. "Sudah sana mandi mau ke kampuskan" ucap Aryan. "Gak deh libur dulu cape banget" ucap Mauren. "Maaf ya aku bikin kamu cape terus" ucap Aryan. "Aku gak mau lagi ah main sampai pagi, gini kan kesiangan akhirnya" omel Mauren. "Iya gak lagi tadi malam aku kalap, sudah yuk temenin aku sarapan nih pakai" ucap Aryan, mengambil baju tidur Mauren yang tadi malam di lemparnya. Mauren segera memakai bajunya dan ia mengambil sisir di meja riasnya. "Astaga...." ucap Mauren menatap tubuhnya. "Kenapa sayang" ucap Aryan. "Kamu ganas banget sih.. bakalan diledekin mama nih" ucap Mauren sambil menatap leher dan dadanya yang penuh kissmark dari Aryan. "Maaf sayang...." ucap Aryan lalu memeluk Mauren. Mauren meraih sweaternya yang berleher tinggi lalu segera turun ke bawah untuk menemani Aryan sarapan. "Kamu kenapa Mauren sakit? kok pakai sweater begitu" ucap Nancy. "Gak kok mah lagi pengen aja" ucap Mauren. "Aneh deh kamu" ucap Nancy. Mauren segera mengantarkan Aryan ke depan pintu. "Jangan ke.mana-mana" ucap Aryan sebelum ia pergi ke kantor, ia mengecup kening dan melumat bibir Mauren. "Bau acem" canda Aryan. "Bau asem juga kamu suka" ucap Mauren. "Ya sudah aku berangkat ya" ucap dan Aryan sekali lagi ia mengecup bibir Mauren. Seharian Mauren berada di rumah ia terus memakai sweaternya hingga membuat Nancy merasa aneh dengan tingkah menantunya itu. "Kamu aneh banget sih Ren sakit enggak pake sweater begitu di rumah, coba sini mama lihat" Nancy menyingkap rambut Mauren dan terlihatlah beberapa kissmark di lehernya. "Astaga....... jadi ini yang kamu sembunyikan" ucap Nancy tertawa. "Tuh kan mama ketawa nyebelin banget sih" Mauren meninggalkan Nancy yang masih tertawa ke kamarnya. "Nyebelinnnnnnn....." teriak Mauren masuk ke kamarnya, ia mengganti bajunya memakai bleazer dan menggerai rambut indahnya agar menutupi kissmarknya lalu mengambil tas lalu keluar dari rumahnya menggunakan taksi menuju kantor suaminya. Mauren berjalan dengan sangat anggun masuk ke kantor suaminya semua mata memandangnya pasalnya selama ini ia tak pernah sekali pun menginjakkan kakinya di kantor itu. Tok... tok.... tokkk.... "Ya masuk" ucap Aryan dari dalam. "Ar...." Mauren masuk dengan wajahnya yang ditekuk ia duduk di sofa dengan melipat kedua tangannya. "Tumben ke sini, kenapa sayang kok mukanya begitu sih" ucap Aryan, ia mendekati Aryan Mauren dan duduk disampingnya. "Bete..." ucap Mauren. "Bete kenapa sih" Aryan memeluknya istrinya tersebut dari samping. "Mama tuh ngetawain aku" ucap Mauren manja. "Ngetawain kenapa sih" tanya Aryan. "Gara-gara kamu aku diketawain mama" ucap Mauren lagi. "Kok aku sih" ucap Aryan heran. "Nih gara-gara ini aku diketawain mama" ucap Mauren seraya menunjuk kissmark di lehernya. "Maaf deh, udah ah gak usah bete gitu kita jalan deh ya biar betenya hilang" ucap Aryan, ia meraih iphone, dompet dan kunci mobilnya. Aryan mengajak Mauren menuju sebuah mall. "Ngapain sih kesini" ucap Mauren. "Biasanya cewe kalau lagi bete kesini kan shopping biar betenya hilang" ucap Aryan. "Aku bukan cewek kaya gitu, kamu lupa aku bukan dari kalangan berada" ucap Mauren. "Aku gak pernah lupa, tapi sekarang suami tampanmu ini ingin mengajak kamu belanja" ucap Aryan dan ia segera mengajak Mauren masuk mall. Keduanya menghabiskan waktu bersama di mall dan mereka membeli beberapa stell pakaian. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN